100 Resilient Cities


100 Kota Berketahanan di dunia (100 Resilient Cities) merupakan jejaring global dengan didanai oleh the Rockefeller Foundation yang bertujuan untuk membantu kota-kota di seluruh dunia agar menjadi kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan fisik, sosial dan ekonomi, dan tidak hanya tantangan yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Semarang merupakan salah satu kota yang terpilih untuk berpartisipasi dalam program 100RC.Sampai saat ini sudah ada 67 kota diseluruh dunia yang terpilih oleh tim seleksi, antara lain: Los Angeles (USA), Mexico City (Meksiko), New Orleans (USA), New York City (USA), Medellín (Colombia), Porto Alegre (Brazil), Quito (Ecuador) , Rio De Janeiro (Brazil), Surat (India), Bangkok (Thailand) , Mandalay (Myanmar), Da Nang (Vietnam), Semarang (indonesia), Bristol (UK), Glasgow (UK) , Roma (Italia), Rotterdam (Belanda), Dakar (Senegal), dan Durban (Afrika Selatan).

Dalam Kerjanya, program 100RC mambantu Kota menyusun dan menerapkan Strategi Ketahanan Kota. Strategi Ketahanan Kota merupakan sebuah pendekatan terpadu untuk membangun ketahanan baik dalam menghadapi pemasalahan (guncangan maupun tekanan). Strategi ketahanan akan memberikan manfaat dengan investasi yang minim atau bahkan dapat meningkatkan investasi. Selain itu, strategi ketahanan dapat meminimalkan biaya yang ditimbulkan dari tekanan dan guncangan serta dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.

Strategi ini kemudian diharapkan terintegrasi dengan program-program kota agar bisa diwujudkan dan berkelanjutan.

100RC juga akan bekerja untuk mengkampanyekan Ketahanan Kota ke seluruh lapisan masyarakat agar semua bagian kota mengerti tentang ketahanan kota, memahami urgensinya, dan mau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mendukungnya.

Program ini merupakan kesempatan yang baik, karena 100RC mendukung kota-kotanya untuk:

  • Memberikan dukungan kepada kota Semarang melalui CRO yang akan
    memimpin penyusunan strategi ketahanan kota.
  • Memberikan pendampingan dan dukungan konsultasi untuk kota Semarang
    melalui tim Mercy Corps Indonesia sebagai mitra strategi.
  • Memberikan akses terhadap mitra kota (platform),sumber daya untuk pengembangan strategi dan implementasi ke depannya
  • Keanggotaan pada jaringan 100RC dalam skala internasional untuk berbagi
    pengetahuan dan kolaborasi.

Hal yang Telah Dilakukan

Walikota Semarang telah menunjuk Chief Resilient Officer (CRO) yang terdiri dari 4 orang sebagai pihak yang akan memimpin penyusunan dan pelaksanaan penyusunan Strategi Ketahanan Kota. CRO akan didukung oleh Tim Kerja dan Mercy Corps Indonesia sebagai Strategy Partner.

CRO bersama Strategy Partner telah melakukan Strategy Launch dan workshop awal(pengenalan) mengenai ketahanan kota yang diikuti para pemangku kepentingan (SKPD dan perwakilan komunitas) untuk memetakan permasalahan-permasalahan di Kota Semarang. Permasalahan itu dikategorikan menjadi 2 yaitu Guncangan dan Tekanan.

Secara singkat yang dimaksud Guncangan adalah peristiwa yang terjadi tiba-tiba, berbahaya, dan mengancam kota. Sedangkan Tekanan adalah peristiwa yang melemahkan struktur kota baik sehari-hari maupun berkala.

Hal-hal yang Akan Dilakukan

Melibatkan semua pemangku kepentingan di Kota Semarang untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun Strategi Ketahanan Kota termasuk di dalamnya melakukan Penilaian Ketahanan Awal, penentuan fokus Area, Inventarisasi aset kota. Strategi ini kemudian diintegrasikan ke dalam program-program Pemerintah Kota Semarang sehingga sinergis dan berkelanjutan.

Menjadikan Ketahanan Kota sebagai isu strategis di kota Semarang, Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Ketahanan Kota dan mengajak mereka untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung Ketahanan Kota.

Membangun jaringan kerja sama bagi kota Semarang baik dengan mitra-mitra mau pun antar kota dari seluruh negara yang terlibat dalam program 100RC. Jaringan kerja sama ini berguna sebagai sarana berbagi pengetahuan, informasi, dan kesempatan berkolaborasi.