Kota Semarang


Kota Semarang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, terletak antara garis 6°50′ – 7°10′ LS dan garis 109°35 – 110°50′ BT. Sebelah Barat dibatasi dengan Kabupaten Kendal, sebelah Timur dengan kabupaten Demak, sebelah Selatan dengan kabupaten Semarang dan sebelah Utara dibatasi oleh Laut Jawa dengan panjang garis pantai sepanjang 13,6 km. Topografi Kota Semarang terletak antara 0,75 – 348,00 di atas garis pantai. Secara administratif, Kota Semarang terbagi atas 16 wilayah Kecamatan dan 177 Kelurahan. Luas wilayah Kota Semarang tercatat 373,70 km2 . Luas yang ada, terdiri dari 39,56 km2 (10,59 %) tanah sawah dan 334,14 km2 (89,41%) bukan lahan sawah.

Jumlah penduduk Kota Semarang lebih dari 1.500.000 jiwa dengan pertumbuhan penduduk selama tahun 2013 sebesar 0,83 %. Kecamatan Semarang Selatan memiliki kepadatan tertinggi dengan 13.882 orang/km2. Kepadatan penduduk di Kota Semarang selama 5 (lima) tahun terakhir cenderung naik seiring dengan kenaikan jumlah penduduk. Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) sekitar 71,57 % dari jumlah penduduk Kota Semarang.

Mata pencaharian penduduk utama penduduk adalah di bindang jasa, sebagai buruh industri, buruh bangunan, PNS/ABRI, serta petani sendiri. Perbaikan kesehatan dilakukan oleh pemerintah Kota Semarang dengan melaksanakan upata pencegahan dengan program imunisasi seperti: BCG, Polio, DPT dan Campak. Kota Semarang adalah pusat perdagangan dan komersial serta pusat industri sekunder dan tersier. Lokasinya sangat strategis sebagai pusat transit untuk Jawa Tengah. Visi Kota adalah untuk mendorong perdagangan, logistik, klaster industri khususnya makanan, batik, makanan olahan, kerajinan, dan pariwisata.

Pembangunan pada sektor pendidikan di Kota Semarang terus dilakukan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang cerdas dan terampil yang diikuti rasa percaya diri sendiri serta sikap dan perilaku inovatif, disamping itu merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang berlangsung seumur hidup dan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Pembangunan budaya diupayakan untuk pembinaan, pengembangan dan kelestarian budaya daerah sebagai budaya integral nasional. Kelompok-kelompok seni budaya, termasuk budaya tradisional terus dimotivasi dan didorong semangatnya untuk menekuni seni yang diminatinya, dengan menonjolkan pengembangan kreasi dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat yang haus akan inovasi. Salah satu wujud komitmen Pemerintah Daerah Kota Semarang telah memberikan suatu tempat, yaitu Taman Raden Saleh kota Semarang, dimana di sana tersedia berbagai fasilitas, seperti panggung tertutup, sanggar terbuka dan lain-lain.

Pembangunan di bidang sektor pertanian diarahkan pada peningkatan usaha diversifikasi, intensifikasi dan ekstensifikasi yang didukung oleh usaha pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk sub sektor pertanian tanaman pangan, tidak lagi mengarah pada produksi tanaman padi, melainkan pada tanaman hortikultura, dimana lahan yang digunakan adalah lahan kering. Sub sektor Perikanan meliputi kegiatan usaha perikanan laut, perikanan tambak, kolam dan perairan umum. Produksi perikanan di Kota Semarang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yang diikuti dengan kenaikan nilai produksinya.

Sumber energi listrik di Kota Semarang berasal dari PLN yang tersu meningkat setiap tahunnya sejalan dengan peningkatan roda perekonomian. Salah satu sumber air bersih untuk masyarakat Kota Semarang adalah PDAM. Jumlah pemakaian air melalui PDAM Kota Semarang pada tahun 2013 tercatat 43,162 juta M3. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami kenaikan sebesar 2,62 %. Pemakaian terbanyak terdapat pada pelanggan Rumah Tangga sebanyak 35,288 juta M3 atau sekitar 81,75 % dari seluruh pemakaian air minum yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi air PDAM sebesar 1,97 % dari tahun sebelumnya.