Pembentukan Kelompok Kerja Aspek Prioritas Ketahanan Kota Semarang

By November 6, 2015 No Comments
Berita

Sebelumnya 100 RC telah menentukan 3 tema ketahanan kota Semarang yaitu Perlindungan, Mobilitas, dan Kapasitas. 3 Tema ini kemudian diturunkan menjadi 5 Aspek prioritas untuk ditindaklanjuti pada tahapan selanjutnya. Aspek prioritas tersebut yaitu sebagai berikut:

  • Perlindungan terhadap kebutuhan dasar
  • Pengangguran dan kemiskinan
  • Perlindungan terhadap bencana dan wabah penyakit
  • Mobilitas
  • Kapasitas

img_20151029_135131-e1446801037925

Untuk mengawal keberjalanan masing-masing kelompok aspek prioritas mulai dari kajian yang lebih dalam hingga perumusan strategi ketahanan kota, Tim 100RC telah memiliki tim kerja yang disebut dengan Kelompok Kerja Ketahanan Kota, yang terdiri dari:

Tim pertama yaitu perlindungan terhadap kebutuhan dasar dikoordinatori oleh Gunawan Wicaksono (BLH) dan Mega Anggraeni (IUCCE) serta beranggotakan Mardwi Rahardiawan (UNDIP), Saiful Anam (PDAM), Teti Indrawati (DTKP) dan Pujo Karyadi (Dinas Pertanian). Tim ini akan mebahas perlindungan terhadap kebutuhan dasar yang meliputi air, pangan dan energy, seperti bagaimana meningkatan kesadaran masyarakat dan pengelola akan krisis ketersediaan dan kualitas air bersih, bagaimana memastikan gudang makanan kota memiliki kualitas dan kuantitas yang baik serta mendorong kerja sama antar daerah untuk menguatkan rantai pasokan, mengingat pasokan bahan makanan disuplai oleh daerah sekitar. Hal lain yang akan dibahas pada kelompok ini adalah bagaiman sistem kota mampu melakukan efisiensi penggunaan energy.

Tim kedua yaitu pengangguran dan kemiskinan yang dikoordinatori oleh Wiwandari Handayani (UNDIP) dan beranggotakan Moh. Muktiali (UNDIP), Nana Kariada (UNNES), Sucahyo Kuswirantomo (Bappeda), Dini Inayati dan Wahyuni (Pattiro) dan Aurora Dias Lokita (Mercy Corps Indonesia). Hal-hal yang akan dibahas pada kelompok ini antara lain bagaimana mendorong kesiapan kelompok rentan dalam menghadapi guncangan dan tekanan, bagaimana mendorong sektor ekonomi menyediakan lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja lokal, bagaimana meningkatkan peran dan koordinasi anak muda dalam memajukan kegiatan .

Tim ketiga perlindungan terhadap bencana dan wabah penyakit dikoordinatori oleh Purnomo Dwi Sasongko (Bappeda) dan Bintang Septiarani (Yayasan BINTARI) serta beranggotakan Ali Rosyidi (Dinas Kesehatan), Adi Jatmiko (Dinas Kebersihan dan Pertamanan), Miun Edi Waluyo (BPBD) dan Arni Girsang (IUCCE). Bencana dalam aspek prioritas ini terkait dengan banjir, rob, longsor, kebakaran sedangkan wabah penyakitnya adalah wabah demam berdarah. Oleh karena itu kerangka kerja tim ini akan terkait dengan bagaimana pengelolaan bencana banjir dari hulu hingga hilir, pelibatan masyarakat dalam pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan, peningkatan penanganan kebakaran dalam konteks infrastruktur dan kapasitas serta program pengurangan dampak bencanan dan peningkatan kesehatan melalui penataan permukiman.

Tim keempat yang mengawal kelompok mobilitas dikoordinatori oleh M. Luthfi dan Safrinal Sofaniadi (Bappeda), Untoro Nugroho (DP2K), Anang Wahyu Sejati (UNDIP), Indra Hanafi (Disperindag), Murni Ediati (Bina Marga) dan Lusia Nini Purwajati (Mercy Corps Indonesia). 2 aspek besar yang akan dibahas pada tim ini adalah mobilitas dan informasi. Pada aspek mobilitas yaitu bagaimana mengelola mobilitas penduduk kota semarang melalui penataan ruang yang kompak, bagaimana mendorong penyiapan manajemen transportasi yang efektif dan mendorong integrasi pembangunan infrastruktur pejalan kaki dan alternate transportasi massal sesuai kebutuhan, sedangkan pada aspek informasi yaitu sejauh mana level informasi dapat disebarluaskan di Kota Semarang, bagaimana menciptakan suatu sistem komunikasi yang handal dan mudah diakses.

Tim kelima yaitu kelompok kerja kapasitas dikoordinatori oleh Jawoto Sih Setyono (UNDIP) dan beranggotakan oleh Djoko Hartono (Kesbangpolinmas), Lilien Budiati (Balai Diklat), Prihadi Nugroho (UNDIP) dan Hardiyanto (Mercy Corps Indonesia). Hal-hal yang akan dibahas antara lain bagaimana mendorong kokmunikasi dan koordinasi yang lebih efekti anntara pemerintah dan pemangku kepentingan, mendorong kapasitas kepemimpinan di setiap tingkatan, bagaimana mendorong partisipasi kelompok pemuda serta merangkul dan mengoptimalkan peran sektr swasta dalam pembangunan Kota Semarang.

Tim terakhir yang dikoordinatori oleh Rukuh Setiadi (UNDIP) akan menjadi suatu tim yang mengawali bahasan-bahasan yang saling terintegrasi/lintas tema.  Kelompok ini akan beranggotakan perwakilan-perwakilan dari 5 kelompok lainnya.

Tim di atas akan melakukan kerjanya sampai akhir Desember 2015, dan membuka diri untuk menerima masukkan dan usulan dari setiap pemangku kepentingan atau pihak-pihak yang ingin berbagi dan berpartisipasi dalam proses penyusunan strategi ini.

Leave a Reply