Tahapan Strategi Ketahanan Kota


tahapan-strategi

Program 100RC di Kota Semarang direncanakan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu 9 bulan, dimana program ini telah dimulai pada bulan Mei 2015 dan direncanakan untuk selesai pada bulan Januari 2016. Program ini terbagi ke dalam 2 tahap, yaitu tahap 1 penyusunan PRA atau dokumen Penilaian Awal Ketahanan Kota dan tahap 2 penyusunan dokumen CRS atau Strategi Ketahanan Kota. Dokumen CRS inilah yang kemudian di masa yang akan datang diharapkan untuk dapat menjadi dokumen pedoman dalam pembuatan rencana-rencana strategi kota yang telah mempertimbangkan isu ketahanan kota yang lebih komprehensif baik dari segi social, ekonomi, lingkungan, infrastruktur bahkan kepemimpinan dan strategi.

Secara singkat akan dijelaskan apa saja yang dilakukan pada setiap tahapan, sebagai berikut, pada tahap 1 akan dilaksanakan identifikasi siapa saja stakeholder yang terlibat di program 100RC yang akan kita sebut sebagai forum ketahanan kota dari berbagai latar belakang, baik itu pemerintahan, swasta, organisasi/komunitas dan penyusunan PRA. Dokumen PRA merupakan dokumen yang berisikan identifikasi kelemahan dan kekuatan Kota Semarang, serta identifikasi asset-aset kritis dan program terkait ketahanan yang telah dimiliki kota Semarang. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan berbasis pada persepsi stakeholder. Pada akhirnya seluruh informasi yang didapatkan termasuk dengan isu prioritas ancaman dan tekanan, kemudian dianalisis untuk menyusun beberapa fokus area yang akan dipilih oleh Kota. Fokus area merupakan tematik area, dimana Kota Semarang pada tahapan selanjutnya ingin mengumpulkan lebih banyak data, mengembangkan informasi yang lebih dalam dan melakukan analisis lebih lanjut untuk membangun pemahaman yang dapat mengerucut pada proses strategi.

Tahap selanjutnya dan terakhir yaitu merupakan tahapan pembuatan dokumen strategi kota yang inklusif. Fokus area yang telah diidentifikasi pada tahapan sebelumnya, kemudian akan didiagnosa lebih lanjut dengan menggunakan system kelompok kerja yang berfokus pada setiap fokus area untuk kemudian menentukan strategi-strategi ketahanan kota apa saja yang sesuai untuk Kota Semarang. Kelompok kerja pada tahap ini, beranggotakan forum ketahanan kota dengan disesuaikan kepada bidangnya masing-masing.

Kedua tahapan tersebut akan dilaksanakan dengan dipimpin oleh tim CRO Kota semarang dengan didampingi oleh Mercy Corps sebagai mitra strategi.

 

Tahapan Strategi Ketahanan Kota


tahapan-strategi

Program 100RC di Kota Semarang direncanakan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu 9 bulan, dimana program ini telah dimulai pada bulan Mei 2015 dan direncanakan untuk selesai pada bulan Januari 2016. Program ini terbagi ke dalam 2 tahap, yaitu tahap 1 penyusunan PRA atau dokumen Penilaian Awal Ketahanan Kota dan tahap 2 penyusunan dokumen CRS atau Strategi Ketahanan Kota. Dokumen CRS inilah yang kemudian di masa yang akan datang diharapkan untuk dapat menjadi dokumen pedoman dalam pembuatan rencana-rencana strategi kota yang telah mempertimbangkan isu ketahanan kota yang lebih komprehensif baik dari segi social, ekonomi, lingkungan, infrastruktur bahkan kepemimpinan dan strategi.

Secara singkat akan dijelaskan apa saja yang dilakukan pada setiap tahapan, sebagai berikut, pada tahap 1 akan dilaksanakan identifikasi siapa saja stakeholder yang terlibat di program 100RC yang akan kita sebut sebagai forum ketahanan kota dari berbagai latar belakang, baik itu pemerintahan, swasta, organisasi/komunitas dan penyusunan PRA. Dokumen PRA merupakan dokumen yang berisikan identifikasi kelemahan dan kekuatan Kota Semarang, serta identifikasi asset-aset kritis dan program terkait ketahanan yang telah dimiliki kota Semarang. Seluruh proses tersebut dilakukan dengan berbasis pada persepsi stakeholder. Pada akhirnya seluruh informasi yang didapatkan termasuk dengan isu prioritas ancaman dan tekanan, kemudian dianalisis untuk menyusun beberapa fokus area yang akan dipilih oleh Kota. Fokus area merupakan tematik area, dimana Kota Semarang pada tahapan selanjutnya ingin mengumpulkan lebih banyak data, mengembangkan informasi yang lebih dalam dan melakukan analisis lebih lanjut untuk membangun pemahaman yang dapat mengerucut pada proses strategi.

Tahap selanjutnya dan terakhir yaitu merupakan tahapan pembuatan dokumen strategi kota yang inklusif. Fokus area yang telah diidentifikasi pada tahapan sebelumnya, kemudian akan didiagnosa lebih lanjut dengan menggunakan system kelompok kerja yang berfokus pada setiap fokus area untuk kemudian menentukan strategi-strategi ketahanan kota apa saja yang sesuai untuk Kota Semarang. Kelompok kerja pada tahap ini, beranggotakan forum ketahanan kota dengan disesuaikan kepada bidangnya masing-masing.

Kedua tahapan tersebut akan dilaksanakan dengan dipimpin oleh tim CRO Kota semarang dengan didampingi oleh Mercy Corps sebagai mitra strategi.

 

Rencana Tindak Lanjut Strategi Ketahanan Kota Semarang

Rencana Tindak Lanjut Strategi Ketahanan Kota Semarang merupakan kompilasi kegiatan yang telah, sedang, dan akan berjalan pada tahun pertama dan kedua setelah peluncuran Strategi Ketahanan Kota Semarang pada Mei 2016. Kegiatan-kegiatan pada dokumen ini tidak hanya mencakup kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Semarang tetapi juga aksi kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dengan mitra kerja sama baik organisasi pemerintahan (lokal dan nasional) maupun organisasi non-pemerintahan.

Hingga saat ini terdapat 28 organisasi yang telah menjadi mitra Pemerintah Kota Semarang. Adapun aksi kolaborasi dengan organisasi tersebut di antaranya mengenai kajian transportasi antarmoda dan BRT, evaluasi ketahanan kota, kajian komunitas di kawasan permukiman kumuh, peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, dan upaya pengurangan risiko banjir.

Kerja sama 100RC 1Unduh Rencana Tindak Lanjut Strategi Ketahanan Kota Semarang:
Rencana Tindak Lanjut Strategi Ketahanan Kota
Action Plan of Semarang City Resilience Strategy